<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8443169575761642142</id><updated>2011-04-21T18:56:16.457-07:00</updated><category term='Pilkada'/><category term='Tokoh: Soeharto'/><title type='text'>Gema Pembebasan Wilayah Jawa Tengah</title><subtitle type='html'>Gema Pembebasan resmi dibentuk 28 Februari 2004 di Auditorium Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia. Saat itu juga diresmikannya Website Gema Pembebasan dengan alamat http://www.gemapembebasan.or.id yang menjadi salah satu sarana publikasi opini dan ide-ide Gema Pembebasan. Setelah terbentuk, organisasi ini terus menyebar di Indonesia mulai tingkat pusat hingga perguruan tinggi dengan membentuk struktur baku PP, PW, PD dan PK.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gp-jateng.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8443169575761642142/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gp-jateng.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Gema Pembebasan Jawa Tengah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09827367012272048597</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8443169575761642142.post-8938612960153173796</id><published>2008-01-30T14:42:00.000-08:00</published><updated>2008-01-30T14:45:49.127-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh: Soeharto'/><title type='text'>Gelar Pahlawan untuk Soeharto Belum Perlu</title><content type='html'>&lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selasa, 29 Januari 2008 | 12:39 WIB&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;b&gt;TEMPO &lt;i&gt;Interaktif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;:Ketua Dewan Perwakilan Daerah Ginandjar Kartasasmita mengatakan pemberian gelar pahlawan kepada mantan Presiden Soeharto belum perlu. "Pahlawan tidak perlu ada gelar, tinggal masyarakat saja yang menilai," katanya di Gedung DPR, Selasa (29/01).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana pemberian gelar pahlawan, ia menambahkan, justru akan memperbanyak pro dan kontra seputar almarhum Soeharto. Padahal polemik melanjutkan atau menghentikan proses hukum mantan penguasa orde baru juga belum kelar. "Dalam keadaan sekarang ini, kita tidak perlu menambah isu lagi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto, dia melanjutkan memiliki peran dalam beberapa peperangan di Irian Barat, Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta, serta pemberantasan gerakan PKI. "Sepanjang hidupnya banyak sekali melakukan tindakan kepahlawanan," katanya. Namun harus dipikirkan lagi apakah Soeharto layak mendapat gelar pahlawan atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya diberikan gelar, kata Ginandjar, harus diperjelas gelar kepahlawanannya. Sebab selama ini Soeharto sudah digelari Bapak Pembangunan.  &lt;b&gt;Dwi Riyanto Agustiar&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8443169575761642142-8938612960153173796?l=gp-jateng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gp-jateng.blogspot.com/feeds/8938612960153173796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8443169575761642142&amp;postID=8938612960153173796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8443169575761642142/posts/default/8938612960153173796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8443169575761642142/posts/default/8938612960153173796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gp-jateng.blogspot.com/2008/01/gelar-pahlawan-untuk-soeharto-belum.html' title='Gelar Pahlawan untuk Soeharto Belum Perlu'/><author><name>Gema Pembebasan Jawa Tengah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09827367012272048597</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8443169575761642142.post-4038549933998413505</id><published>2008-01-29T08:48:00.000-08:00</published><updated>2008-01-30T14:46:22.658-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh: Soeharto'/><title type='text'>Mantan Presiden Soeharto Wafat</title><content type='html'>Minggu, 27 Januari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/fgaBjKH1dX0&amp;amp;rel=1"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/fgaBjKH1dX0&amp;amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Qwu5esi2TMg/R59Z0dArZoI/AAAAAAAAAAg/a42YpkP9fS4/s1600-h/soeharto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Qwu5esi2TMg/R59Z0dArZoI/AAAAAAAAAAg/a42YpkP9fS4/s320/soeharto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160942455665419906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Presiden RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27    Januari 2008. Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan    sebagai Bapak Pembangunan Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun    setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai 27 Januari 2008) di Rumah    Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berita wafatnya Pak Harto pertama kali diinformasikan Kapolsek Kebayoran    Baru, Kompol. Dicky Sonandi, di Jakarta, Minggu (27/1). Kemudian secara    resmi Tim Dokter Kepresidenan menyampaikan siaran pers tentang wafatnya    Pak Harto tepat pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008 di RSPP Jakarta    akibat kegagalan multi organ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kemudian sekira pukul 14.40, jenazah mantan Presiden Soeharto    diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8,    Menteng, Jakarta. Ambulan yang mengusung jenazah Pak Harto diiringi    sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawal. Sejumlah    wartawan merangsek mendekat ketika iring-iringan kendaraan itu bergerak    menuju Jalan Cendana, mengakibatkan seorang wartawati televisi tertabrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat menyambut    kedatangan iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Harto. Isak tangis    warga pecah begitu rangkaian kendaraan yang membawa jenazah mantan    Presiden Soeharto memasuki Jalan Cendana, sekira pukul 14.55, Minggu    (27/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seementara itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil    Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri yang tengah mengikuti rapat    kabinet terbatas tentang ketahanan pangan, menyempatkan mengadakan jumpa    pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu    (27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya    mantan Presiden RI Kedua Haji Muhammad Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Hari ini, kita semua berduka dengan wafatnya Bapak Haji Muhammad    Soeharto, Presiden RI kedua karena sakit," kata Presiden SBY. Presiden    atas nama negara, rakyat, pemerintah dan pribadi mengucapkan    belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum agar    diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT sesuai pengabdian, jasa,    amal baiknya, baik kepada masyarakat, bangsa, negara, dan dalam    kehidupan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Presiden juga mengajak rakyat mendoakan agar keluarga Pak Harto yang    ditinggalkan tabah dan tawakal menghadapi cobaan yang maha besar. "Terus    lihat ke depan untuk menyongsong hari esok yang lebih baik," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Penghormatan setinggi-tingginya layak diberikan kepada Pak Harto    sebagai satu dari putra terbaik bangsa yang amat besar jasanya kepada    bangsa dan Negara,” ujar Presiden. Jumpa per situ diakhiri oleh Presiden    dengan mengajak semua peserta jumpa pers yang beragama Islam mengucapkan    Alfatihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Astana Giribangun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Menurut informasi yang diperoleh Tokoh Indonesia dari keluarga di    Cendana, direncanakan jenazah mantan Presiden Soeharto akan    diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Cendana, Senin (28/1), pukul    09.00 WIB menuju Bandara Halim Perdanakusumah. Selanjutnya, jenazah akan    diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusumah ke Solo pukul 10.00 WIB.    Untuk kemudian dimakamkan di Astana Giribangun, Solo, Senin (28/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Prosesi pemberangkatan jenazah akan dilakukan dengan penghormatan khusus    sebagai mantan pejabat negara. namun, belum dipastikan di mana prosesi    penghormatan akan dilakukan. Ketua DPR Agung Laksono akan memimpin    upacara pelepasan dari Jalan Cendana No.8 Jakarta Pusat. Kemudian,    menurut informasi dari Istana Wapres, Wapres Jusuf Kalla akan melepas    jenasah diberangkatkan dengan pesawat dari Lanud Halim Perdana Kusuma    menuju Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kemudian, Presiden SBY akan menerima jenazahnya di Solo, sekaligus    memimpin upacara pemakaman di Astana Giribangun, Karanganyar, Senin    (28/1). Pak Harto akan dimakamkan di sisi makam istrinya, Alm. Ibu Tien    Soeharto. Berkaitan dengan itu, seluruh jadual kepresidenan hari ini dan    esok dibatalkan. Termasuk membatalkan agenda Presiden ke Bali yang    seharusnya menghadiri acara Konferensi tentang Korupsi se-Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebelumnya, Mingu Sore pukul 16.00 WIB, Presiden Soesilo Bambang    Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, lebih dulu melawat ke Cendana.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Sumber: TokohIndonesia.Com&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8443169575761642142-4038549933998413505?l=gp-jateng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gp-jateng.blogspot.com/feeds/4038549933998413505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8443169575761642142&amp;postID=4038549933998413505' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8443169575761642142/posts/default/4038549933998413505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8443169575761642142/posts/default/4038549933998413505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gp-jateng.blogspot.com/2008/01/mantan-presiden-soeharto-wafat.html' title='Mantan Presiden Soeharto Wafat'/><author><name>Gema Pembebasan Jawa Tengah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09827367012272048597</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Qwu5esi2TMg/R59Z0dArZoI/AAAAAAAAAAg/a42YpkP9fS4/s72-c/soeharto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8443169575761642142.post-7986128365279935859</id><published>2007-08-03T18:31:00.002-07:00</published><updated>2008-01-30T01:26:01.998-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada'/><title type='text'>Pilkada DKI: Menarik Pelajaran dari Kekecewaan</title><content type='html'>Tempo&lt;br /&gt;9 Juli 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempo minta Wimar nulis soal Pilkada DKI. Mereka memuatnya hari ini dalam Majalah Tempo edisi 15 Juli 2007 dengan judul "Pelajaran dari Kekecewaan". Di bawah ini adalah teks versi aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wimar Witoelar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi melaju dengan cepat di Indonesia, dan Pilkada DKI 2007 diharapkan akan membawa kemajuan mutakhir. Maunya sih begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, demokrasi akan anjlok pada Pemilihan Gubernur DKI bulan Agustus 2007 ini, kalau tidak terjadi mukjizat politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan sudah hilang ketika semua partai kecuali satu ramai-ramai mendukung satu orang. Calon satu lagi didukung satu partai saja. Partai yang ramai-ramai itu tidak punya visi yang sama, kecuali keinginan berbagi kekuasaan. Calon yang didukung juga tidak banyak bersikap, hanya menampilkan wajahnya di billboard, iklan televisi dalam publikasi DKI yang dibiayai APBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinter juga tim suksesnya. Mereka merasa calonnya pasti menang, Jadi, buat apa ambil risiko dengan menyatakan sikap? Menghadapi wartawan, cuman bikin naik darah aja, karena mereka selalu menyalahkan dia untuk banjir, macet, kesemerawutan, mentang-mentang dia Wakil Gubernur. Kalau bilang dia nggak bersalah, harus menyalahkan Gubernur yang mensponsor dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye saingannya, Adang Daradjatun, kena di hati. Tidak menggunakan uang DKI, dan menunjukkan kepedulian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau banjir terus? Cappee deh...”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bosen Macet ? Susah Kerja? Hidup Sulit?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan yang paling nyentil: “Narkoba Makin Menggila”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang partai pendukungnya kurang nyaman untuk semua orang. Terus, calon yang dipilih tidak memancarkan kebersihan. Dari mana uangnya yang banyak itu? Hasil jabatan sebagai orang kedua di Kepolisian RI? Katanya uangnya dari istrinya yang menjadi pengusaha. Usaha apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bram yang mengaku sebagai ‘rakyat non-partai’ menulis di website perspektif.net, ‘Saya pribadi sedih sekali melihat, sebuah partai yang lumayan 'bersih' (dibandingkan partai yang lain) terpaksa mendukung calon busuk dengan alasan yang sampai sekarang tidak diketahui oleh kader2nya sendiri. ‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pendapat lain dalam demokrasi kita. Mitra bisnis DKI yang artis, kontraktor, konsultan, developer dan pakar yang masuk tim sukses Foke. Juga stasion televisi, pemilik toko dan pengelola mall yang dihidupi oleh Gubernur DKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun sebelum Pilkada, orang berlomba ingin sosialisasi. Tapi begitu menghadapi isu nyata, buyar. Seperti tim sepakbola yang main cantik tapi tidak bisa bikin gol. Acara sosialisasi di televisi berawal dengan cantik, tapi akhirnya tidak mampu membedakan ‘good guy’, dari ‘bad guy’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalinya orang mempertanyakan penyelewengan kampanye di televisi, malah diberhentikan. Sebaliknya anggota tim sukses dipertahankan. Jadinya lucu-lucu tapi tidak ada nyali. Lucunya lagi, calon gubernur yang paling sibuk kampanye tidak mau tampil depan kamera ‘live’ kecuali ada jaminan tidak akan ada pertanyaan yang susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilkada DKI semula memberi harapan akan muncul orang yang bersih. Tapi, seperti ditulis Redi dalam website perspektif.net, ‘Foke tidak bisa diterima karena sebagai Wagub. Prestasinya tidak luar biasa: bajir, macet, kemiskinan, harga mahal dst dst. Adang juga tidak bisa diterima karena sebagai pejabat tinggi polisi, prestasinya juga tidak luar biasa: tingkat keamanan yg rendah, kasus pencurian, perampokan, kejahatan jalanan dst dst... Kedua kandidat bukan calon yg baik.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan orang masih optimis, dengan munculnya nama-nama yang mendapat kepercayaan seperti Rano Karno, Faisal Basri, Agum Gumelar, Sarwono Kusumaatmadja. Faisal Basri berteguh pada sikap dan terlempar dari percaturan. Agum maju mundur sampai hilang di tempat parkir. Sarwono bisa memikat dan mengikat PKB dan PAN, tapi kemudian lepas lagi oleh arus pragmatisme di kedua partai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Rano Karno lebih mengecewakan lagi. Bersiap-siap selama dua tahun dengan citra kuat sebagai Anak Betawi, kuat dalam retorika dan banyak pendukung, dia pernah dianggap calon legitimate. Tapi akhirnya dia hanya jadi pemain iklan Fauzi Bowo, menjual brand paling sukses seumur hidup dia. Kasihan, Si Dul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan akan adanya calon independen sudah hilang untuk kali ini. Seperti diduga, elite politik menolaknya, termasuk pakar yang dibeli oleh partai. Calon independen membuat ngeri calon yang sudah keluar modal milyardan. Fadjroel Rahman menunjukkan bahwa sebenarnya cagub di Pilkada DKI sudah melanggar, berdasarkan praduga mereka menyetor ke parpol. Djasri Marin dan Slamet Kirbiantoro mengatakan dengan jelas bahwa mereka menyuap petinggi partai politik. Baca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Pilkada DKI membuktikan bahwa partai politik kita tidak bisa dipercaya. Terima kasih kepada 20 parpol yang membuktikan kepada kita bahwa mereka belum siap memberi pilihan kepada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi demokrasi tidak diukur dari hasil sesaat. Demokrasi tidak menjamin keadilan dan kesejahteraan, hanya meletakkan dasarnya. Paling penting, demokrasi tidak ditentukan dalam satu Pilkada, tapi dalam proses sehari-hari. Dengan kekecewaan Pilkada DKI 2007, lebih beralasan lagi menuntut pembersihan partai politik, termasuk menambah dukungan untuk calon independen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8443169575761642142-7986128365279935859?l=gp-jateng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gp-jateng.blogspot.com/feeds/7986128365279935859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8443169575761642142&amp;postID=7986128365279935859' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8443169575761642142/posts/default/7986128365279935859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8443169575761642142/posts/default/7986128365279935859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gp-jateng.blogspot.com/2007/08/pilkada-dki-menarik-pelajaran-dari.html' title='Pilkada DKI: Menarik Pelajaran dari Kekecewaan'/><author><name>Gema Pembebasan Jawa Tengah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09827367012272048597</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8443169575761642142.post-5425997222282410207</id><published>2007-08-03T18:31:00.001-07:00</published><updated>2008-01-30T01:26:30.249-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada'/><title type='text'>Tujuh Amanah DPW PKS DKI Jakarta</title><content type='html'>Agar seluruh kader dan struktur partai saling berkomunikasi secara aktif dengan pimpinan untuk mengantisipasi dan menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dalam langkah-langkah perjuangan ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PK-Sejahtera Online: Tantangan yang dihadapi PKS untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta tidaklah mudah. Karena PKS yang mengusung pasangan Adang Darajadtun-dani Anwar menghadapi kepungan 20 partai yang bersekutu dalam koalisi Jakarta. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana dalam Konsolidasi struktur PKS dari tingkat pusat hingga ranting (23/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, lanjut pria yang akrab dengan sebutan Sani ini, diperlukan langkah-langkah perjuangan yang jauh lebih besar dan lebih massif. Langkah perjuangan PKS dalam memenangkan Pilkada di DKI Jakarta diberi nama Operasi Panggung Rakyat, yakni upaya PKS untuk menggalang koalisi dan menjalin kedekatan dengan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk suskesnya langkah ini, DPW PKS DKI Jakarta memberi intruksi kepada seluruh kader dan simpatisan PKS, yang dkenal dengan Tujuh Amanah DPW PKS DKI Jakarta untuk kemenangan Pilkada, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, agar seluruh kader agar menjalin kedekatan dengan Sang Maha Pemberi Kekuatan-Allah SWT, untuk kemenangan dakwah dan siasah di ibukota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, agar seluruh kader tanpa terkecuali harus aktif untuk kemenangan dakwah dan siasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, agar seluruh kader menggunakan busana PKS atau berlogokan cagub dan cawagun Adang-Dani, setiap akhir pekan setidaknya, serta memasang stiker atau atribut lain di masing-masing rumah atau kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, agar seluruh struktur PKS di tingkat DPD, DPC dan DPRa, melakukan konsolidasi ruhiah, ukhowiyah dan jasadiah sekaligus secara intensif berupa mabit munasoroh dan diikuti dengan senam PKS setiap akhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, agar seluruh DPC, DPRa dan Unit RW di seluruh DKI Jakarta menggalang direct selling secara intensif ke seluruh penjuru ibukota, dengan mendatangi 50 sampai 100 rumah warga setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, agar seluruh kantor partai dihidupkan untuk menggalang segala bentuk dukungan dan partisipasi dari masyarakat kepada cagub dan cawagub Adang-Dani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, agar seluruh kader dan struktur partai saling berkomunikasi secara aktif dengan pimpinan untuk mengantisipasi dan menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dalam langkah-langkah perjuangan ke depan. (Zalfa)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8443169575761642142-5425997222282410207?l=gp-jateng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gp-jateng.blogspot.com/feeds/5425997222282410207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8443169575761642142&amp;postID=5425997222282410207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8443169575761642142/posts/default/5425997222282410207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8443169575761642142/posts/default/5425997222282410207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gp-jateng.blogspot.com/2007/08/tujuh-amanah-dpw-pks-dki-jakarta.html' title='Tujuh Amanah DPW PKS DKI Jakarta'/><author><name>Gema Pembebasan Jawa Tengah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09827367012272048597</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8443169575761642142.post-4467524041555301997</id><published>2007-08-03T18:29:00.000-07:00</published><updated>2008-01-30T01:26:41.284-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada'/><title type='text'>Mencari Gubernur Peduli Rakyat</title><content type='html'>Pilkada DKI Jakarta segera digelar pada Agustus ini. Suasana politik di Jakarta pun semakin memanas. Para calon gubernur berkampanye. Semuanya berjanji akan memperhatikan rakyat. Janji manis yang seringkali susah diwujudkan. Apalagi, dalam sistem demokrasi yang biasanya akan melahirkan pemerintahan korporasi . Hal ini bisa dimengerti mengingat pengusaha inilah yang memberikan dukungan dana yang besar kepada penguasa. Politik ’balas budi’ kemudian akan membuat penguasa yang ada akan lebih memperhatikan kepentingan kelompok bisnis. Tidak menutup kemungkinan kalau yang mendukung calon gubernur adalah pengusaha bisnis haram seperti night club, jangan berharap gubernur yang terpilih akan menutup bisnis haram itu. Hal senada dilontarkan Andrinof Achaniago (peneliti senior The Habibie Center)” Sistem pemilu dan pilkada sekarang membuka peluang bagi politisi menjadikan partai sebagai mesin pencari uang (politik uang)”, ujarnya (Republika 11/06/2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulitnya mencari penguasa yang memihak kepada rakyat, tidak bisa dilepaskan dari pradigma politik Kapitalisme yang menjadikan keuntungan material menjadi panglima politik. Jadilah pragmatisme menjadi ciri pokok dari kebijakan politik. Pragmatisme ini lebih mengedepankan kepentingan sesaat, dibandingkan dengan kepentingan yang lebih besar seperti mengurus rakyat. Ciri pokok yang kedua, kekuasaan sering kali menjadi tujuan politik. Tidak mengherankan kalau berbagai upaya dihalalkan untuk meraih dan melanggengkan kekuasaan yang ada. Wajar dalam kondisi seperti ini akan terjadi distorsi idealisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat berbeda dengan pradigma politik Islam, dimana siyasah (politik) dimaknai sebagai upaya mengatur urusan-urusan umat baik didalam maupun luar negeri dengan berdasarkan syariah Islam (Syekh Taqiyuddin ; Afkarus-siyasi) . Dalam Islam pradigma politiknya adalah penguasa sebagai ra’in (pengatur atau pengurus) rakyat. Dalam hadist disebutkan ”Al Imamu ra’in, wa huwa mas’ulun ’an ra’iyyatihi” (Imam atau penguasa adalah pengatur/pengurus umat, dan dia akan bertanggung jawab akan apa yang diurusnya). Dalam Islam, kekuasaan hanyalah alat untuk mengatur rakyat, bukan tujuan. Jaminan idealisme pemimpin semakin kokoh, ketika pemimpin diwajibkan untuk mengatur urusan umat berdasarkan syariah Islam. Jadilah paduan antara pemimpin yang baik dan sistem yang baik melahirkan pemimpin yang perduli pada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk kepada hadist nabi , untuk bisa menjadi pemimpin yang memperhatikan rakyat, paling tidak ada tiga sifat yang harus dimiliki yakni al quwwah (kuat); at taqwa ; dan ar rifqu bi arro’iyah (lemah lembut terhadap rakyat) . Dia harus menjadi orang yang berkepribadian yang kuat (al quwwah) yakni memiliki pola pikir (aqliyah) yang tinggi dan pola prilaku (nafsiyah) yang luhur. Karena itu seorang pemimpin haruslah konsepsional, dirinya memiliki pemahaman komprehensif dan utuh bagaimana seharusnya mengurus rakyat dan menyelesaikan persoalan-persoalan umat. Disamping itu, prilakunya haruslah baik. Rosulullah SAW pernah menolak memberikan jabatan kepada Abu Dzar dan ia berkata : ” Wahai Abu Dzar, kamu adalah orang yang lemah, dan sesungguhnya jabatan ini adalah amanah, dan pada Hari Pembalasan merupakan kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambilnya , sesuai dengan haknya dan menunaikan kewajibannya” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat yang kedua adalah pemimpin haruslah orang yang bertaqwa yakni orang yang mau menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya. Tentu saja bukan ditunjukkan hanya dengan sholat dan shaum, tapi dalam seluruh aspek kebijakannya termasuk politik, ekonomi, pendidikan, dan aspek mu’amalah lainnya. Pendek kata, semua aspek haruslah terikat pada syariah Islam. Pemimpin seperti ini akan senantiasa takut kepada Allah dan selalu merasa diawasi Allah SWT. Dia takut kebijakan yang diambilnya akan menterlantarkan rakyat. Tidaklah heran Rosulullah SAW setiap kali menangkat seorang pemimpin pasukan selalu mewasiatkan agar bertaqwa dan berbuat baik kepada kaum muslim yang bersama dengannya (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaqwa bukan berarti menghalangi pemimpin untuk bersikap tegas, justru perasaan diawasi (muraqobah) oleh Allah SWT akan membuat dia tegas dalam menjalankan seluruh perintah Allah SWT. Tegas bukan berarti membuat rakyat takut kepadanya. Sebaliknya pemimpin harus lemah lembut dan tidak menimbulkan kesulitan bagi warganya. Aisyah ra pernah menceritakan bagaimana doa Rosulullah SAW terhadap pemimpin yang menyusahkan rakyatnya . Rosulullah saw berdoa : ” Ya Allah, bagi siapa saja yang diberi tanggungjawab kepemimpinan umat dan menimbulkan kesulitan kepada mereka (rakyat), maka berikanlah kesulitan kepadanya. Dan bagi siapa yang berbuat baik kepada mereka, berikanlah kebaikan kepadanya.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungannya dengan warga negara, Allah SWT telah mewajibkan seorang pemimpin untuk memberikan nasihat yang tulus kepada warganya dengan memperingatkannya untuk senantiasa berhati-hati dalam mengelola harta negara. Allah SWT juga mewajibkan para pemimpin untuk memerintah umatnya hanya dengan sistem Islam dan tidak mencampuradukkan dengan sistem lainnya. Sabda Rosulullah saw : ” Siapa saja seorang pemimpin yang mengurusi urusan kaum muslim, kemudian ia meninggal sedangkan ia berbuat curang terhadap mereka (rakyatnya), maka Allah SWT mengharamkan surga baginya .” (HR Bukhori Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap pada Gubernur dalam Sistem Kapitalis ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kaum muslim berharap , bahwa kalau gubernur DKI yang terpilih nanti akan menegakkan syariah Islam dan lebih berpihak kepada umat Islam. Harapan ini tentu saja bagus, namun sayangnya akan sulit diwujudkan. Memang dalam sistem pemerintahan Islam ada jabatan yang setara dengan gubernur yakni wali. Syekh Taqiyuddin an Nabhani dalam kitab Nidhomul Hukmi fi Al Islam, mendefenisikan wali sebagai pejabat pemerintahan disuatu daerah (wilayah/provinsi) serta menjadi pemimpin daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja berbeda dengan sistem demokrasi yang dianut Indonesia sekarang, wali (gubernur ) dalam Islam bukan dipilih oleh rakyat , melainkan ditunjuk dan diangkat oleh Kholifah (kepala negara). Demikian juga seorang wali boleh diberhentikan oleh Kholifah , kapan saja, dengan ada alasan atau tidak. Sebab dalam Islam, wali sesungguhnya adalah wakil Kholifah, sehingga dia senantiasa melakukan tugas-tugas yang diwakilkan oleh Kholifah berdasarkan akad inabah (akad untuk mewakili). Karena itu dalam sistem Islam, masyarakat tidak akan disibukkan oleh urusan-urusan pemilihan kepala daerah yang seringkali menyedot energi, waktu, dan uang. Apalagi tidak jarang pilkada justru menimbulkan konflik horizontal ditengah-tengah masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga syarat-syarat menjadi wali sama dengaan syarat menjadi mu’awwin (pembantu kholifah), sebab sama-sama menjadi wakil Kholifah. Karena itu wali dalam pandangan Islam haruslah laki-laki, merdeka (bukan budak), muslim, baligh dan berakal, adil, dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang mendasar lainnya adalah wali merupakan wakil Kholifah yang menjalankan sistem Islam. Sementara gubernur saat ini, bukan dalam rangka menjalankan sistem Islam, akan tetapi sebagai pelaksana sistem kapitalisme sekuler. Tentu saja sulit berharap terlampau banyak kepada gubernur yang terpilih nanti untuk menjalankan syariah Islam, mengingat sistem yang berlaku bukan syariah Islam tapi sistem sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, mungkin saja gubernur bersama DPRD setempat mengeluarkan perda-perda yang bernuansa syariah Islam. Namun, perda-perda seperti ini pastilah terbatas, mengingat perda seperti ini tidak boleh bertentangan dengan sistem hukum nasional yang ada. Berharap menerapkan syariah Islam yang kaffah dalam sistem demokrasi tentu saja sulit. Selama ini perda yang bernuansa syariah baru sekitar perkara-perkara individual atau moralitas. Di Aceh saja yang diberikan otonomi untuk menjalankan syariah Islam, penerapannya sangat terbatas para pada aspek uqubat (sanksi kriminal). Aspek-aspek mendasar lain seperti politik, ekonomi, mata uang , belum bisa , karena memang akan bersinggungan dengan sistem hukum nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala lain, bagaimanapun harus diakui wewenang gubernur sangatlah terbatas. Perkara-perkara yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi, keuangan, hukum, pendidikan, masih ditentukan oleh pemerintah pusa . Walhasil, untuk penegakan syariah Islam, tidak cukup pergantian pemimpin tapi juga pergantian sistem. Menjadi sistem Islam yang berdasarkan syariah Islam dibawah nuangan Khilafah Islam. (Farid Wadjd&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8443169575761642142-4467524041555301997?l=gp-jateng.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gp-jateng.blogspot.com/feeds/4467524041555301997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8443169575761642142&amp;postID=4467524041555301997' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8443169575761642142/posts/default/4467524041555301997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8443169575761642142/posts/default/4467524041555301997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gp-jateng.blogspot.com/2007/08/mencari-gubernur-peduli-rakyat.html' title='Mencari Gubernur Peduli Rakyat'/><author><name>Gema Pembebasan Jawa Tengah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09827367012272048597</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
